Sunday, June 21, 2009

On Theraphy

Beberapa bulan yang lalu, saya menyetujui sebuah tawaran dari seorang teman yang sedang menyelesaikan S2 psikologi nya. Saya menyetujui utk menjadi klien d salah satu tugas perkuliahan nya. Setelah melalui beberapa wawancara, mengisi beberapa tugas harian, dan menandatangani "surat kontrak", mulai hari ini terapi dimulai..
*jeng jeng jeng* :astig:

Quote terapi hari pertama :
HARI BARU DIMULAI DETIK INI, BUKAN BESOK!!!
Ketika kita merasa ada satu hal yg salah dalam diri kita, kita pasti akan merasa ini hrs di perbaiki, ini ga boleh terusterusan seperti ini *klo nyadar* jelir Maka ketika pemikiran ini muncul dalam benak kita, SAAT itu pula lah, DETIK itu pula lah, tanamkan dalam mindset kita bahwa kita harus berubah SEKARANG! Tanpa harus menunggu BESOK. takbole
Begitu pula hal nya dengan mengerjakan sesuatu. Pada saat kita ingat ada hal yg hrs kita kerjakan dan kita bisa mengerjakannya sekarang. Why not?? sengihnampakgigi

Jujur saja, case study hari pertama ini membuat saya berpikir dan terus berpikir,,,
HOMAIGOSH! I LOSS A LOT OF TIMES IN MY LIFE! SHIT!! :ayokona:


Berikut isi dari case study utk terapi hari kedua (besok):
Suatu hari , seorang ahli 'Manajemen waktu' berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata, "Baiklah, sekarang waktunya kuis."
Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran satu gallon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dg hatihati batubatu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat utk masuk ke dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah."
Kemudian dia berakata, "Benarkah?", Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil2 itu kedalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celahcelah batubatu itu.
Lalu dia bertanya kepada siswanya sekali lagi, "Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum", salah satudari siswanya menjawab.
"Bagus" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu kedalam toples, dan pasir itu dg mudah langsung memenuhi ruangruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi sia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" "Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air kedalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lali si Ahli Manajemen waktu ini memandang kepapa para siswanya dan bertanya, "Apakah maksut dr ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusia langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya." "Bukan," jawab si ahli, "Bukan itu maksutnya".
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya kedalam toples sama sekali.

Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak2mu, suami/istrimu, orang2 yg kamu sayangi, persahabatanmu, pendidikanmu, mimpi2mu. Hal-hal yang kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Hobimu. Waktu untuk diri sendiri. Kesehatanmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batubatu besar ini sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk melakukannya. "Jika kamu mendahulukan hal2 kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal2 kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal2 besar dan penting (batubatu besar) dalam hidupmu".

***
Cant say anythin' when i read this case for the first time. MAKJLEEEEEEBBBBHH!!!! :tsk:

10 coretan dari kalian:

cuit said...

someday is today kok pancen

pak sapi said...

walah, serius crut ? tumben ngrembug bab kek ginian ? (haha)

uday said...

@cherrycuit : if tomorrow never comes (music)

@masmoemet : kapanlagidotcom pep..

Anonymous said...

apa seh mksdnya..(lol)

batu besar..kerikil..pasir..
*bingung*
hehehehehehe

anginbiru said...

hohohohohohoho,,,

aku jadi ikutan speechless.. hufft,,,

karina said...

he?ho?he?
dalem ya...
sadis mencabik dasar pemikiran saya..
TFS ya die..

uday said...

@anonymous : whos there??
coba dibaca lg dg seksama, pahami dan hayati maksut dr ilustrasinya.. :D

@KIP! : nendang ya.. :D

@mmmot : heheh, kena sentil jg ternyata..

penny said...

aku hadir......
welcome back ya.. bro....

..Quchie.. said...

haduuhh.. dalem euy.. gw ikut tersindir juga.. >.<

Ika said...

hehehhe, mantepp udaaayy!!

Post a Comment

yok mari di coret.. coratcoret lah sesuka hati. karena disini adalah tempatnya untuk berbagi. CORET!!